I call it "progress" :)
Alhamdulillah, mulai hari ini aku tercatat sebagai "pekerja" di Republik Austria.
Sebenernya tidak ada rencana untuk mencari nafkah di luar rumah. Jika ada yang bertanya2, untuk apa? Buat apa? Toh suami sudah berkecukupan & anak2 butuh dijaga?
Aku menganggap ini semua sebagai takdir dan nasib.
Beberapa waktu yang lalu, salah seorang ibu teman Jessica di Kindergarten, tiba2 nyamperin aku & tanya : "Ninis.. arbeitest Du eigentlich oder nicht?" (Ninis, kamu sebenernya kerja atau nggak?)
Kujawab nggak.
Lalu dia bilang kalo dia kerja di desa sebelah, di sebuah produsen susu segar yang mensuplai kebutuhan susu segar anak2 sekolah. Wanita itu melanjutkan pertanyaan, kalau ada kesempatan bekerja disana apakah aku mau.
Aku menjawabnya ragu2... ya, aku mikir anak2 tentunya :)
Lalu seperti bisa membaca pikiranku, dia melanjutkan berkata :
".. Jam kerjanya pendek kok, antara jam 9-12 siang. Lagipula kerjanya sama sekali nggak berat. Kalo emang kamu berminat, aku bisa tanya bos ku..."
Tiba2 rasa raguku hilang lenyap dan berubah menjadi pemikiran : KESEMPATAN!
Lalu aku menjawab nggak masalah, aku akan lihat selanjutnya bagaimana.
Beberapa hari kemudian, wanita tersebut menghubungiku untuk menanyakan apakah aku benar2 berminat dengan tawarannya karena ternyata memang bos-nya memberi lampu hijau. Aku pun mengiyakan. Lalu si wanita temanku itupun memberiku nomer telfon bos-nya. Dan aku menghubunginya.
Selanjutnya, kami pun membuat jadwal pertemuan, dan disepakati sore itu juga :)
Subhanallah... semuanya terjadi begitu cepat, tanpa rencana & sungguh menjawab doaku selama ini. Ya, aku memang sangat berminat bekerja mencari nafkah.
Bukan semata2 aku butuh uang, tetapi aku butuh wawasan, aku butuh pengalaman.
Bukankah pengalaman itu guru yang sangat berharga?
Berkarir tentu jadi impianku sejak aku duduk di bangku sekolah.
Menelantarkan anak2? Come on... di sisi yang mana?
Aku menerima tawaran kerja itu, karena waktunya PAS banget anak2 sedang di sekolah. Tidak merugikan mereka sama sekali :)
The rest of the day, I'm totally there for them!
Pagi aku tetap bisa nganter anak2 sekolah. Bahkan anak2 masih bisa les ini itu di sore harinya. Aku tetap bisa mendampingi Florian ngerjain PR, tetap bisa masak2 buat seluruh anggota keluarga. Bahkan anak2 sangat antusias & mendukung 100% keinginanku bekerja di luar rumah. Bahkan mereka dengan sangat bangganya menginformasikan itu pada teman2 & guru2nya... so sweet, padahal kerja Mamanya cuma paruh waktu & (mungkin) sama sekali tidak spesial :)
Florian bahkan menunjukkan dukungannya dengan menyatakan siap pulang sekolah sendiri jika Papanya atau aku gak bisa menjemputnya.
Bersyukur atas jadwal kerja René yang tidak teratur, Insya Allah masih ada celah kami bekerjasama mengatur jadwal.
Jadi begitulah, pertemuan dengan bos produsen susu segar terlaksana & kami sepakat bekerjasama. (11.10.2011)
Alhamdulillah... :)
Dan tepat hari ini tadi, aku memulai kerja disana :
http://www.finkmilch.com/
Insya Allah, rejeki Allah untukku ada disana. Aamiin YRA...
Semuanya terjadi begitu cepat dan tanpa rencana, tapi sesuai keinginanku untuk bekerja paruh waktu tanpa harus meninggalkan anak2 di luar jam sekolah. Lagipula, biasanya kegiatanku pagi hari cuma masak, beberes, belanja, dan.. mantengin Facebook or surfing2 nggak jelas, yang ujung2nya gak ada manfaatnya sama sekali :D
Jadi, pertimbanganku memutuskan menerima tawaran tersebut, secara garis besarnya adalah :
1. Tidak merugikan waktuku mendampingi anak2, bahkan justru memberi manfaat karena aku bekerja saat anak2 belajar di sekolah. Aku tidak perlu melewatkan waktu luang mereka diluar jam sekolah, karena seperti yang kutulis tadi, jam kerjaku adalah 9-12, tepat seperti jam anak2 sekolah. Keuntungan lainnya, pada saat sekolah libur, aku juga libur, karena kami tidak perlu memasok susu segar buat anak2.
Jadi aku sama sekali tidak kehilangan saat2 bersama anak2.
It's an advantage.. a fortunate... isn't it?! :)
2. Tempat kerjanya tidak jauh, sekitar 2 km dari rumah. Aku bisa menempuhnya dengan bersepeda (which is very healthy!), naik bis (in case cuaca buruk), atau the best choice adalah diantar René sekalian aku training nyetir (tapi pilihan yang ini cuma saat René gak terbang hehe..)
3. Pengalaman.
Sejak menginjakkan kaki di Austria, aku belum pernah mencari nafkah diluar rumah. Tanggungjawab sebagai ibu dan istri, tidak memungkinkan itu. Lagipula, aku merasa sudah cukup suami yang bekerja. Tapi jauh di hati kecilku, selalu ada keinginan untuk bekerja di luar rumah. Seberapa sepele pun pekerjaan itu, aku ingin melakukannya. Bekerja di negeri orang. Itu adalah pengalaman luar biasa yang tidak dimiliki setiap orang :)
Tetapi René sendiri sebagai suami, tidak pernah mengijinkan aku melakukan pekerjaan sepele yang mungkin cuma dapat capek, direndahkan orang dan gak sesuai income bebannya hehe... tapi kali ini, dia mendukung :)
And that's all what I need! SUPPORT FROM THE ONES I LOVE :)
"A million journey starts with one small step" !!! Who knows what the future will bring, if I start trying new challenge now :)
4. Mengasah lagi ketrampilan, kemampuan & otakku untuk bekerja dalam sebuah sistem dengan tanggungjawab penuh sebagai pekerja. Sepertinya aku terlalu keenakan jadi istri yang gak perlu mikir susahnya cari uang, Alhamdulillah penghasilan suamiku sangat bisa mencukupi kebutuhan kami. Aku butuh sesuatu yang menyeimbangkan itu, sehingga hidup ini tidak membosankan :)
5. Usiaku masih 32. Masih terbilang produktif.
Saat ada kesempatan dan tawaran, kenapa tidak kucoba? Kesempatan tidak datang 2x, kan? :)
Semakin banyak pengalaman yang kukumpulkan, semakin terasa manfaatnya hidup ini.
It is my decision.
Aku sudah sering membaca tulisan atau mendengar opini, betapa berharganya menjadi Full Time Mom. Apakah itu berarti, ibu2 yang mencari nafkah di luar rumah bukan Full Time Mom?! Oh yes.. Tentu saja they are :)
Tapi setiap orang memiliki opini yang berbeda, and we should just accept it.. tanpa mengkotak2 :)
Selama aku tidak bekerja di luar rumah, aku tetap mengagumi wanita2 yang berkarir diluar rumah. Banyaakkkk sekali contoh yang aku kagumi.
Untuk membuka bisnis sendiri yang kujalankan dari rumah, aku gak mampu. Sayangnya aku sama sekali tidak diberi kemampuan untuk berwira usaha. Aku gak punya otak bisnis.
Dan kupikir, setiap pekerjaan membutuhkan konsentrasi & tanggungjawab, no matter if you did it at home or anywhere else...
Bless.. I am so happy right now :D
Semoga rejeki ini memang datangnya dari Allah SWT, sehingga banyakkkk membawa berkah dan manfaat untukku & keluargaku. Aamiin YRA...
Deskripsi kerjaku akan kutulis di next posting :)