Tuesday, November 20, 2012

Confused...

Hello Blog.. Hello Bloggers.. 

Apa kabar? :)
Semoga kehidupan tetap indah meski kita jarang bertegur sapa.. Aamiin.. 


Setiap kali ada ide menulis.. selalu disertai malas memulai...
Setiap kali ingin bercerita... sepertinya ada yang memblokir pikiran2 & jari2... menghentikan dengan paksa... ide seperti terpasung.. 
Ada sebuah kritik yang sebetulnya bagus, tapi membuat saya sangat kapok menulis lagi. 
Sepertinya saya trauma dikritik seperti itu. Saya jadi enggan berbagi kisah lagi...

Mungkin memang ada baiknya juga tidak terlalu menceritakan kehidupan sehari2 saya yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik. 
Saat saya berbagi cerita sedih.. mungkin saya jadi dianggap mencari belas kasihan, simpati, tidak bersyukur, dlsb...
Saat saya berbagi cerita bahagia.. mungkin itu menimbulkan kesan pamer, sombong, sok hidup saya sempurna tanpa cacat...

Jadi sebaiknya saya harus bagaimana? 
Menulis yang bijak2 saja.. bukan gaya saya... ada kalanya emosi saya meledak2 dan pengen sekali saya tuangkan dalam tulisan. 
Menulis tentang kisah hidup saya yang (menurut saya pribadi) sangat menarik (sebagai pelajaran hidup).. malah nantinya jadi membuka aib. 
Menulis tentang anak2.. salah2 dianggap tidak melindungi hak asasi anak untuk menyimpan semua hal tentang dirinya. 

Jadi saya harus menulis apa dong?!

Meski Facebook sudah menjadi sumber banyak masalah buat saya.. tapi tetap jadi tempat yang mengasyikkan untuk menulis sepatah dua patah kata, berbagi cerita lewat foto tanpa harus banyak berkata2, dan tidak perlu membagi setiap kata atau foto dengan semua orang. Ah well.. mungkin ada sebagian yang merindukan gaya tulisan saya yang bebas berekspresi... tapi sungguh saya tidak terlalu kebal dengan opini yang selalu menyudutkan. 

Saya punya banyakkk sekali cerita untuk dibagi.. untuk direnungkan.. untuk dipakai sebagai pelajaran... 
Tapi.. saya sungguh tidak tahu bagaimana memulainya... 
Karena lebih banyak kekhawatiran di hati saya dibanding cerita2 itu sendiri. 

x

Wednesday, October 10, 2012

Aktivitasku Hari Ini...

- 7:00 Nganter Florian sekolah
- 7:15 Balik ke rumah, bangunin Jessica
- 8:10 Nganter Jessica sekolah (hari ini jam masuk mereka beda)
- 8:30 Berangkat kerja 
- 11:30 selesai kerja
- Belanja
- 12:10 Jemput Jessica
- 12:30 Masak "Potato dumpling filled with sausages" 
- 13:15 Florian datang, aku berangkat kerja lagi
- 13:30 - 15:30 kerja 
- 16:00 nyampe rumah, jahit sepatu baletnya Jessica
- 16:30 bangunin Jessica, berangkat balet 
- 17:00-18:00 nonton pertunjukan kecil balet Jessica 
- 18:00 pulang
- 18:30 masak "Potato dumpling filled with sausages" (matiiii gayaaaa!) :D 
- 19:00 makan malam (kebagian dumpling cuma 1 :( ) pada lahaaappppp maemnya... 
- 19:30 nemenin Jessica kerjain PR 
- 20:00 nulis ini... dan sangat capekkkk, ngantukkk... pengen mandi... trus tidur... 

Etlis.. hari ini sangat disibukkan kegiatan yang manfaat... :) 




Saturday, October 06, 2012

Wednesday, October 03, 2012

I just feel it...

.. when something isn't going right! 

Aneh gituloh... biasanya begini, sekarang begitu...
Biasanya ngakak2, sekarang ada jarak... 

Iya.. ANEH aja! So, jangan bilang keep thinking positively... karena aku percaya banget sama indra ke-6, mata hati & kata batin :) 




Sunday, July 01, 2012

Diam Saat Berencana

Banyak sekali yang terkejut dengan berita terbaruku kemaren :)


Seperti yang sudah kubilang, kami bukan jutawan, jadi nggak mungkin punya keinginan membeli sesuatu, terwujud di hari berikutnya. Semuanya ada proses, ada rencana, ada langkah2.. tidak terjadi begitu saja. 

Tentu saja, kami sudah merencanakan beli rumah sejak beberapa tahun lalu. Tetapi baru terwujud sekarang. Memang, aku nggak pernah menceritakan detail bagaimana prosesnya, apa saja yang kami rencanakan, rumah seperti apa saja yang kami lihat, dimana saja lokasinya, apa saja yang terjadi diantaranya... karena aku pribadi memiliki keyakinan, dari duluuuuu, kalau sesuatu pasti gagal jika digembar-gemborkan terlebih dahulu. 
Nggak tau, apakah hal itu terjadi juga sama orang lain.. yang jelas, selalu terjadi padaku :)

Di dunia maya, aku memang tidak pernah berbagi rencanaku. 
Tapi kadang2 di dunia nyata, mau gak mau aku harus menjawab setiap kali ditanya sudah sampai mana perncarian kami... sayangnya, hal itu selalu membawa kegagalan. 
Jadi, selain berserah diri dan pasrah, sejak tahun kemaren, aku berniat untuk menutup rapat2 rencana kami soal rumah. Bukan perkara mudah tentunya :)
Sejak menemukan rumah yang kami beli ini, sampai detik kami menandatanganinya, tidak seorang teman pun tahu hal itu. Hanya keluarga inti, itupun kami tidak memberitahu secara detail, hanya garis besarnya saja. Kalender-lah saksi bisuku, tanggal sekian kami ngapain, ngapain dan ngapain hehehe.. 

Dan Alhamdulillah... ke"diam"anku membuat semua rencanaku dimudahkan olehNya... 

Sehingga, aku makin percaya.. semakin aku diam saat berencana, semakin besar peluang untuk berhasil... 
Dan hal itu membuatku skeptis saat melihat seseorang berkoar2 akan rencana2nya... bermulut besar sebelum berhasil... terlalu percaya diri mengumbar rencana2nya... padahal belum tentu itu jalan terbaik menurut Tuhan... 

Silence is (really) GOLDEN :) 


Saturday, May 12, 2012

A House & Home For Us :-)

Alhamdulillah... :) 

Beberapa hari lalu, aku posting fotoku berdua suamiku di Facebook. Captionnya simple aja: 
"Alhamdulillah :-) Small celebration <3 :*" 

Tetapi menuai sungguh banyak jempol & komen hehehe... 
Sebagian besar menyangka, aku positif hamil. Hanya 1 orang yang benar2 menebak dengan benar, berita yang sebenarnya ;) 

Yap... sesuai judul posting kali ini, the big news is : RUMAH 
Alhamdulillah, setelah 10 tahun menikah, 10 tahun pindah 2x dengan menghasilkan sepasang anak laki2 & perempuan sehat lahir batin, 10 tahun menabung, 10 tahun menjalani ups & downs sebagai suami istri, 10 tahun sering banget ditanya & terang2an dihakimi : 
"Tinggal di rumah atau apartemen?" 
"Kapan beli rumah?" 
"Rumahnya seperti gudang!" 
"Terlalu banyak milih! Padahal banyak tersedia rumah dijual!" 
"Apa? Milih daerah situ? Wuaduhhhh itu mahal kalikkkkk!" 
dll... 

Akhirnya... 
Pada tanggal 8 Mei 2012 kami resmi menandatangi surat jual beli rumah :) Leganyaaaa... 

No... it was not an easy process, Folks :) 
Bukan dari satu hari nemu rumah, hari selanjutnya beli. Waduhhhh emangnya kami jutawan :) Kami orang biasa2 aja kok :D 
Juga bukan sok ngepas2in dengan hari ulang tahunku. Memang kebetulan sudah diatur demikian oleh Allah SWT :) Alhamdulillah, semua urusan dilancarkan hingga menjelang hari ulang tahunku yang ke-33 besok. 

Urusannya sedikit rumit, meski aku sendiri tidak ingin berbelit2. Inginnya sederhana, simple, gampang, mudah, cepat, gak bikin kepala mumet & body lemes hehehe... tetapi tidak ada yang namanya instant dalam hidup... *bahkan bikin mie instant pun ada prosesnya, bukan?* :D 


Hal yang paling mendasar, suamiku itu memang pemilih. Dibilang sok ya silahkan.. tetapi dia punya pemikiran dan pertimbangan sendiri kenapa seperti itu. Dia benar2 menginginkan rumah yang (mendekati) "sempurna". 
Memang, tidak ada yang sempurna. Dan tidak perlu berlebihan. Beli rumah aja dibesar2kan. 
Mohon maaf jika terdengar demikian. Tetapi kami berdua memiliki sejarah yang sangat tidak mudah, dimana untuk mencapai beli rumah ini kami harus melalui buanyakkkkkk sekali ujian dan cobaan. Tidak perlu dikupas satu2, karena akan menghabiskan waktu percuma.. baik buatku sebagai penulis dan pelaku utama, maupun buat yang membaca :) 

Proses memiliki rumah ini juga tidak instant, seperti yang sudah aku tulis tadi. 
Sejak 2 tahun lalu, kami sudah serius memulai berburu rumah. Banyak sekali hal yang didiskusikan, tetapi garis besarnya antara lain : 

1. Lokasi 
Kalau bisa sih, di Fischamend saja. Kami sudah sangat settle dengan desa ini :) 
Anak2 sekolah disini. Teman2 sudah banyak. Infrastruktur sudah sangat bagus. Akses ke bandara sangat dekat (praktis untuk suami, juga praktis kalo kami travelling by plane). Transportasi umum tersedia, terutama direct train ke Vienna city centre. Sangat praktis buatku yang belum memiliki SIM :) 
Tetapi lokasi ini tidak mutlak bagiku, agak mutlak bagi suamiku. Disitu kami sering berbenturan, karena bagiku dimanapun bisa saja asal ada transportasi umum. 
Masalah utama, harga tanah per m2 di Fischamend sungguh sangat luar biasa bikin tabungan ludes :D Itu baru harga tanahnya... belum pajaknya, pengerjaan dokumennya, bangun rumahnya... walah... 
Sempat terfikir untuk membangun rumah sendiri. Tetapi, another problem is waiting.. Suami tidak selalu ada di rumah, bahkan kadang bisa 5 hari full di LN. Bagaimana mengontrol ini itu jika aku sendirian? Dalam kondisi terdesak, pasti bisa. Tetapi kami tidak didesak siapa2, bukan? :) 
Kalo mulai membangun rumah sendiri, harus benar2 mulai dari nol. Beli tanah, ngurus dokumen tanah, planning rumah dengan arsitek atau perusahaan properti, pemilihan material, dst dst dst... berapapun budget yang di-planning, bisa memakan 2x atau lebih.. *dilema

2. Bentuk rumah 
Buat aku, bentuk rumah bagaimanapun asal cukup ruang gerak dan bersih, tidak jadi masalah. Ahhh, siapalah diriku ini milih begini begitu :) 
Aku pernah hidup di tempat kos yang super duper kotor dan murahan :) tapi survive tuh..  
Beda dengan suamiku. Dia terbiasa hidup di rumah yang nyaman, banyak ruangan, ada ruang bawah tanah, ada kebun, ada kolam renang. Lengkap. Menurutnya itu adalah standar yang hampir mutlak harus terpenuhi. Disitu kami berbenturan lagi.. 
Tetapi aku tidak bisa mematahkan keinginannya begitu saja. Keinginan itu tidak salah. Itu cita2. Dan kalau dia MAMPU mewujudkan, kenapa tidak? :) 
Tetapi, mencari bentuk rumah ideal seperti itu tidaklah mudah. Lokasinya dimana? Harganya berapa? Plus minus nya apa? 

Hari berganti minggu berganti bulan berganti tahun... 
Keinginan sama, tapi kadang2 ide tetap tak selaras. Pada saat stuck, biasanya kami memutuskan untuk jalan2... travelling... melepaskan diri sejenak dari tekanan soal rumah. Sebetulnya kami menekan diri sendiri. Tapi semakin tertekan, semakin sulit menetapkan pilihan, apalagi membuat keputusan... 

Tahun kemaren, aku merasa lebih tenang. Lebih kun fayakun... jika Allah mempercayai kami, pasti akan terjadi... tanpa perlu bersusah payah diskusi, berantem, ngotot, dll... 
Usaha tetap dijalani, sambil berdoa tanpa putus! 
Ternyata, saat aku merasa lebih santai, lingkunganlah yang menekan kami. 
Dengan pertanyaan2 seperti yang kutulis sebelumnya. Entah kenapa, aku merasa orang berlomba2 bersaing membeli rumah/apartemen. Catet : MEMBELI! 
Aku berusaha untuk bersikap biasa, tetapi pertanyaan2 "Kapan beli rumah?", hampir setiap hari mampir di kupingku. *risih mode on
Dan ketika kujawab : "Belum nemu yang cocok..."
Responnya : "Milih2 banget sih! Emang pengen yang kayak apa sih?" 

Kalo kubeberkan keinginan suamiku, pasti dianggap SOK. 
Kalo  kubilang kami santai, mereka heran. 
*loh, sebenarnya yang menjalani hidup siapa ya?!* :D

Ya sudahlah.. kuanggap semua opini itu sebagai selingan, kerikil, pelangi di perjalanan kami... :) 

Jujur saja, terkadang aku malu mengundang teman ke apartemen kami. Bagi yang pernah mampir atau bermalam, pasti tau betapa sumpeknya apartemen ini. Barangnya buanyakkk karena kami semua hobi mengkoleksi barang :D 
Tapi kalo nolak tamu, pamali juga... sama dengan nolak rejeki :) *dilema lagi

Hingga akhirnya, pada suatu hari di penghujung tahun 2011, suami merasa tertarik dengan 3 rumah yang dijual di Fischamend. 
Satu persatu, rumah itu kami kunjungi. 

Rumah pertama, terletak di jalan utama desa. Dari masuk pagarnya saja, sudah wow... semuanya serba elektris dan otomatis! Keren banget! Apalagi setelah masuk dalamnya. Mewah! :) 
Semakin masuk ke dalam, semakin minus... Kamar mandi terlalu besar, sementara kamar anak2 terlalu kecil... Suami juga kurang suka dengan cara agennya berkomunikasi. 
Hmmm.. harganya... mahal :) 
Kami juga kurang suka lokasinya yang di pinggir jalan besar. Terlalu berisik kalo kami duduk2 di kebunnya. Selain itu, aku agak2 merinding dangdut pas masuk ruang bawah tanahnya.. :D 

Rumah kedua, wow juga! :) 
Lokasinya tidak terlalu jauh dari apartemen kami. Tapi letaknya di lokasi khusus perumahan, tidak langsung di jalan raya. Kesan pertama sungguh menggoda. Bersihnya luar biasa! *akan dibahas lebih lanjut nanti, karena inilah rumah yang pada akhirnya kami beli* :)

Rumah ketiga, aku tidak terlalu tertarik dengan pembagian ruangan2nya. Agak aneh. 
Lokasinya di 1 blok di samping rumah kedua tadi. 

Setelah rumah 1 dan 3 dicoret, kami pun berkonsentrasi pada rumah ke-2. 
Pada saat yang bersamaan, aku harus mengikuti ujian teori SIM. Mau gak mau, harus menyelaraskan semuanya. Fokus pada 2 hal. Bagaimanapun juga, seandainya rumah itu benar2 ideal, kami harus segera memutuskan : take it or not! Sebelum ada pihak lain yang tertarik. Beberapa kali berkunjung, membuat suami semakin yakin untuk memiliki rumah tersebut :) Alhamdulillah... 

The facts about the house : 
- kondisinya sangat bersih dan terawat
- lokasi di Fischamend *sangat ideal*   
- terletak di Rosenhügel, salah satu area di Fischamend yang berbukit, pemandangannya ke arah Vienna airport 
- lantai atas : balkon, 3 kamar tidur, 1 WC, 1 kamar mandi (dengan bath tub dan shower), 1 kamar kecil 
- lantai dasar : garasi, ruang depan, 1 WC tamu, dapur + ruang makan, ruang tamu, teras
- ruang bawah tanah : kamar bermain anak2, kamar tamu + shower, ruang penyimpanan bahan makanan, ruang mencuci, ruang penyimpanan alat2 perkebunan (dengan akses langsung ke kebun) 
- kebun + kolam renang
- depan rumah adalah taman bermain anak2, sebuah posisi yang strategis karena tidak akan ada bangunan rumah/gedung di depan rumah kami 
- posisi rumah bagian depan menghadap ke timur (otomatis balkon mendapat sinar matahari pagi) 
- posisi kebun di bagian barat-selatan, otomatis mendapat sinar matahari sepanjang siang hingga matahari terbenam 
- dikelilingi tetangga kanan kiri dan belakang 
- seluruh ruangan menggunakan lantai keramik, parquet, dan sebagian menggunakan karpet kualitas super bagus

Jadi, rumahnya siap huni :) 
Alhamdulillah.. kami semua sudah jatuh cinta dengannya... 
Terimakasih Allah memberi kami rejeki yang luar biasa :)
Terimakasih suamiku yang memilih tempat tinggal yang super nyaman untuk kita :) 
Terimakasih IbuBapak, Mbak+suami, dan adik2 yang selalu membantu doa, harapan bagus, semangat positif disaat jiwa lelah :) 

Semoga rumah ini membawa berkah dan kebahagiaan untuk kita semua... 
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. 



Monday, May 07, 2012

Hello Blog & Bloggers :-)

Soon I'll write something again about me & my life :-)
Just wanna say "Hi" at the moment... before admin closes my account hehehe.. :D 

Sunday, January 29, 2012

Dia Ingat Sarung Tanganku.. :-D

Ini cerita tentang Jessica yang membuatku terkagum2 kemaren... 
Ceritanya aku lagi cuci gelas piring dll kotor. Sejak dishwasher rusak emang nyucinya jadi manual... kadang2 capek dehhhhh... banyak banget yang harus dicuci setiap hari! *gaya mode on, emang dulu di Indonesia punya dishwasher??* :D 


Aku siap2 pake sarung tangan yang sekali pakai langsung buang. Bahannya dari karet, tipis, ringan, agak transparan. Tiba2 si cantik nyamperin aku, mengamati tanganku, diam beberapa saat... lalu nyelutuk : 
"Mama, Du hast doch die grüne Handschuhe.. warum ziehst Du die nicht an?" 
(Mama, kamu kan punya sarung tangan yang hijau.. kenapa nggak pakai yang itu?") 

Heu? Aku bengong sesaat... dua saat... tiga saat... *sambil tetep nyuci* 
Apa siy maksudnya nih anak... 
*Cring* mendadak ingat! *tepok jidat & nyengir lebarrrrr* 
Langsung nge-fans Jessica! *heart heart heart* 
Hahahahahaha... 
WOW! KOK BISA YA DIA INGAT AKU PUNYA SARUNG TANGAN HIJAU????? 

*Apa anehnya sih, cerita molor2 muter2 gak jelas!* 

:D :D :D 

Jadi emang aku punya sarung tangan hijau, terbuat dari karet juga, tebel, kualitas super bagus, bisa dicuci ulang di mesin cuci pake program khusus hahahahaha... 
Aku beli beberapa bulan lalu. Mengingat, sabun cuci disini kerasnya minta ampun, tanganku suka kering kasar pecah2 sampe berdarah :( berubung nyucinya kan tiap hari... 
Nah, sejak aku kerja, emang tugas nyuci piring diambil alih si suamiku. Aku masih lah nyuci sesekali, tapi gak sering. 
Nah, konon si sarung tangan hijau pun jarang terpakai. 
Nah, brubung pada suatu hari aku mendapati si sarung tangan rada kotor & bau, akupun mencuci & menyimpannya. Dan gak pernah kupakai lagi. 

Dan kemaren.. kok Jessica inget gituloh aku punya sarung tangan khusus yang memang ekstra kubeli buat nyuci piring dkk :D 
Padahal udah sekian minggu gak kupake... 
Perhatian banget ya dia hihihi... 

Sepertinya kemampuan ingatanku sudah berkurang banyak nih.. 
*padahal emang aslinya pelupaaaaa* :D 


Saturday, January 07, 2012

Welcoming 2012..

.. dengan sakit :( :( :( 

Ini adalah flu terparah sejak 2007 lalu. Aku bahkan sudah lupa, gimana nggak enaknya orang sakit, saking lumayan lamanya gak pernah sakit lagi. Bahkan pada saat berkunjung ke kampung halaman pun, anak2 & aku tetap sehat wal'afiat, gak terpengaruh suhu, perbedaan waktu, efek makanan, dll... 
Jadi terakhir flu berat adalah 4 tahun yang lalu! Dan selama 4 tahun itu, pilek atau batuk pun seakan anti mendekati kami :D Bener2 top fit! 

Lalu mendadak, setelah merayakan malam pergantian tahun di rumah Mbakku, dengan menikmati gema kembang api disana sini, plus sebuah rumah kebakaran *syeremmm*, tepat tanggal 1 Januari, Florian tergolek lemas di tempat tidur Mommy. Yep, kebetulan anak2 & aku nginep di rumah Mommy selama 2 hari. Si Papa harus pulang sekitar jam 2 dinihari, karena sore hari tanggal 1 harus kerja lagi setelah berminggu2 libur. 

Melihat kondisi Florian yg lemas lunglai, aku dah mengira.. tampak seperti flu! 
Dia batuk2, gak minat bangun, gak selera makan... waduuuhhhhh... padahal si Papa baru jemput kami tanggal 2. Pengennya langsung pulang detik itu juga, secara gak mau nularin virusnya, terutama ke Ken (babynya Mommy) :( 

Parahnya lagi, waktu itu aku nggak bawa obat sama sekali! 
Biasanya aku paling rajin bawa obat2an kemana2, tapi gak pernah butuh. Giliran nggak bawa (karena menyepelekan sikon.. ahhh, toh nggak jauh... ahhh, toh cuma 2 hari...), malah anakku ambruk & butuh obat :( 

Well, can you imagine... betapa geregetan aku sama diriku sendiri...! 
Gak bawa obat, gak ada toko/apotik buka pisan karena hari libur! Seharusnya aku mikir juga kalo di tempat kakakku gak ada kecil, kecuali babynya yg baru lahir.. jadi so pasti mereka gak ada persediaan obat untuk anak2... duh... 
Jadi terpaksa cuma bisa ngasih teh dan teh saja buat Florian... :( maaf ya, Nak.. 

Tapi hari Minggu itu, aku masih feeling fit. Masih bikin martabak, menikmati sambel terasi & lalapan, ngemil macem2, bahkan ngobrol sama Mommy sampe jam 1 malam. 
Menjelan hari Senin, sekitar jam 3 malam, tiba2 aku merasa kedinginan, meriang, antara panas dan dingin.. gak enaaakkkk banget badanku rasanya... tapi kupikir cuma kecapekan aja.. ternyata kondisi itu berlanjut sampai besoknya. 
Bangun pagi kondisiku makin gak enak, kliyengan, mual, badan terasa panas, lemes, gak selera apa2. Akhirnya aku SMS suamiku, kusuruh jemput kami pagi2 aja soalnya Jessica juga tampak sakit, pucat, batuk, agak demam, tapi tetep pengen deket2 Ken. 
Banyak minusnya kalo kami berlama2 di rumah Mommy. Selain anak2 gak dapet obat yg seharusnya, kasihan Ken juga kalo ketularan.. secara dia belum diimunisasi sama sekali :( 
Kasihan Mommy-Daddy juga kalo sakit, secara mereka harus merawat bayi. 

Aku sendiri udah merasa sangat lemassssss sekali... bahkan untuk mengangkat kepala pun gak sanggup :( 
Menunggu jemputan rasanya lamaaaaaaaaaaaa banged!!! Begitu si Papa nongol jam 11, langsung buru2 pulang. Arrrghhhh badan rasanya udah "melayang"... antara sadar dan nggak naik mobil... 

Besok dan besoknya, kondisi Jessica & kondisiku makin parah & memburuk! 
Batuk gak berhenti2, demam sampai 40°C, gak bisa bangun, tulang belulang nyeri dan linu luar biasa, mulut pahitnya amit2 deh! :( 
Aku nggak selera minum apapun, apalagi makan :( 
Berlawanan dengan kondisi Florian yang berangsur membaik. Dari yg suaranya hilang sama sekali, hari Selasa udah mulai ada suaranya lagi. Dia juga doyan makan & minum. 
Jessica juga masih mau minum air putih & susu. 
Aku yang paling sekarat... :( Aku minum obat mulai Parkemed & inFluAss, gak ngefek! 
Baru setelah dikasih Mexalen, agak mendingan.. tapi mulut rasanya tetep pahit amit2 :( 
Yang bisa masuk mulutku cuma jeruk manis & kiwi, plus teh! Selain itu... no way :(

Menyedihkan! 

Sakit pastinya sangat tidak enak sama sekali! Sakit apapun! 
Tapi seringnya pada saat kita sehat, kita lupa gimana rasanya sakit... bahkan parahnya, kita bahkan lupa diri bagaimana rasanya menjadi raga yg selemah2nya... yg sama sekali tidak berdaya melakukan apapun, sekalipun itu cuma MINUM! :( 

Pada hari ke-2 sakit, aku sempat punya selera makan pasta bolognese. Sama si suami dibeliin di pizzeria deket rumah. Tadinya seperti orang ngidam, dan suami pun seneng lihat istrinya selera makannya muncul. Tapiiii setelah tersaji di depan mata dan nyicipin 2-3 sendok, kembali selera itu menghilang dan yg ada hanya rasa pahit pahit dan pahittttttt :( 
*nangis kejer* huaaaaaaaaaaaa... mana tulang belulang rasanya nyeriiiiii gak karu2an! 
Selang beberapa menit kemudian, kembalilah si 'pasta bolognese' lewat jalan masuknya.. dan itu semakin menambah pahit lidah & rongga mulutku :( 

Setelah itu, semakin tidak memiliki selera makan.. sekalipun 0,00001%! 
Dan aku pun menangis sesenggukan... ingin rasanya makan sup ayam & teh manis bikinan Ibu... :( Disaat seperti itu, aku bener2 membutuhkan dukungan lahir batin luar biasa! 
Aku juga membayangkan, sakit di kampung halaman, ada banyak pilihan makanan dan kerabat yang gantian menjaga kita. Disini, harus kumasak sendiri. Tenaga darimana coba :( 
Mau beli, ada juga.. tapi 99% tidak sesuai selera atau tidak bisa diterima lambung... duh... 
Lagipula kalau beli seporsi dengan harga kisaran Rp 100.000,- lalu cuma bisa 1-2sdm yg masuk mulut... alangkah mubadzirnya... 
Lagipula juga, disini jarang makanan yang berbau sup jernih macam sup sayuran, soto ayam, mie kuah, capcai, atau bakso.. kebanyakan makanan2 yg super duper terlalu berat buat lambung.. yg ada malah mun2 deh... :( 

Belum lagi mikirin anak2... 
Si Papa 'cuma' bisa masak pasta, nggak bisa masak macem2... 
Dia sebagai bapak & suami, sudah bener2 siaga... bener2 menjaga kami, memenuhi kebutuhan kami, mondar mandir belanja, beli makanan *yang sayangnya tidak bisa kumakan hiks..*, beli obat yg habis, manggil dokter, beberes dapur, nyuci piring gelas & co, bikinin teh, bikinin sandwich... sungguh luar biasa! 
Tapi tetap, dia bukan tipe yang bisa ngedapur... dia nggak bisa ngupas bawang & co, apalagi masak sup... dan aku sangat memahami itu... 

*oh makanya para istri & ibu2, yang punya suami pinter ngedapur.. janganlah sia2kan dia.. jangan semena2 padanya... jangan menjadikan cintanya sebagai hakmu untuk menyiksanya...* (kata Mario Teguh kemaren...) 

Hari ke-3 ambruk... sudah tak kuat lagi... tak tahan lagi... akhirnya manggil dokter ke rumah... Alhamdulillah nothing seriously.. memang flu nya aja yang dahsyat... masih untung bukan flu babi atau burung atau apalah... 

Hari ke-5, aku udah nggak tahan lagi untuk nggak 'melakukan sesuatu'. 
Aku sangat kasihan melihat Florian yang makan pasta dan pasta doang... ngemilnya cuma cereal dan cereal lagi :( 
*Oh Man.. seorang Ibu memang benar2 jantung keluarga ya... tempat bernafas, pusat kelancaran sirkulasi darah, inti dari segala aktivitas...* 
Kelihatan banget beda sikon rumah & keluarga, pada saat Ibu "ada" atau "tidak ada"...
Lalu aku masak nasi & bikin sup ayam. Dengan bahan2 yg sangat minim. Ah well, yang penting ada bawang dan ayamnya... dan anak2 pun makan dengan lahapnya... 

Detik ini, kondisiku sudah mendingan banget... 
Masih lemes, lidah masih setengah pahit *Alhamdulillah gak separah kemaren*, tetep doyan jeruk dan kiwi, makanan lainnya pelan2 lah.. sepertinya lambungku belum sepenuhnya 'ceria' & bisa makan segala :( 
Jessica belum sepenuhnya sehat. Dokter tidak menyarankan antibiotik, tapi kalo sampe weekend belum juga membaik sebaiknya diberi antibiotik. Tapi aku nggak tega... 
Sementara ini tetep kukasih parkemed dan obat batuk. Biarlah pelan2 sembuh, yang penting tidak terburu2 mengkonsumsi antiobiotik. 

Aku sudah sangat ingin sehat lagi, badan fit lagi, gak demam lagi, mulut gak pahit lagi, beraktivitas lagi, masak2 enak lagi buat anak2. Dan semoga aku tidak 'lupa diri' lagi pada saat aku sehat. Semoga aku ingat istirahat, tetap mengkonsumsi makanan sehat, dan menjauhi segala hal yang sangat2 merugikan lahir batin! 

Semoga sakitku ini, bisa mengurangi dosa2ku yang menumpuk :( 
Dan semoga besok dan besoknya lagi kami semua makin kuat & sehat... Aamiin YRA..