Apa kabar? :)
Semoga kehidupan tetap indah meski kita jarang bertegur sapa.. Aamiin..
Setiap kali ada ide menulis.. selalu disertai malas memulai...
Setiap kali ingin bercerita... sepertinya ada yang memblokir pikiran2 & jari2... menghentikan dengan paksa... ide seperti terpasung..
Ada sebuah kritik yang sebetulnya bagus, tapi membuat saya sangat kapok menulis lagi.
Sepertinya saya trauma dikritik seperti itu. Saya jadi enggan berbagi kisah lagi...
Mungkin memang ada baiknya juga tidak terlalu menceritakan kehidupan sehari2 saya yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik.
Saat saya berbagi cerita sedih.. mungkin saya jadi dianggap mencari belas kasihan, simpati, tidak bersyukur, dlsb...
Saat saya berbagi cerita bahagia.. mungkin itu menimbulkan kesan pamer, sombong, sok hidup saya sempurna tanpa cacat...
Jadi sebaiknya saya harus bagaimana?
Menulis yang bijak2 saja.. bukan gaya saya... ada kalanya emosi saya meledak2 dan pengen sekali saya tuangkan dalam tulisan.
Menulis tentang kisah hidup saya yang (menurut saya pribadi) sangat menarik (sebagai pelajaran hidup).. malah nantinya jadi membuka aib.
Menulis tentang anak2.. salah2 dianggap tidak melindungi hak asasi anak untuk menyimpan semua hal tentang dirinya.
Jadi saya harus menulis apa dong?!
Meski Facebook sudah menjadi sumber banyak masalah buat saya.. tapi tetap jadi tempat yang mengasyikkan untuk menulis sepatah dua patah kata, berbagi cerita lewat foto tanpa harus banyak berkata2, dan tidak perlu membagi setiap kata atau foto dengan semua orang. Ah well.. mungkin ada sebagian yang merindukan gaya tulisan saya yang bebas berekspresi... tapi sungguh saya tidak terlalu kebal dengan opini yang selalu menyudutkan.
Saya punya banyakkk sekali cerita untuk dibagi.. untuk direnungkan.. untuk dipakai sebagai pelajaran...
Tapi.. saya sungguh tidak tahu bagaimana memulainya...
Karena lebih banyak kekhawatiran di hati saya dibanding cerita2 itu sendiri.
x
