Saturday, February 14, 2015

Februari pun tiba...

Dengan segala ceritanya yang berwarna warni… 

Dan jari jemariku tetap kaku, meski ingin menuliskan ribuan kata hanya untukmu… 
Hanya untukmu, Dan… Happy Valentine :-)




Friday, January 09, 2015

Rindu Blogging…

Sudah Januari 2015… 
Blog ini sangat terbengkalai… :( 

Rindu sekali aku menumpahkan segala perasaanku disini. Rindu sekali aku jaman blogging, teman2 blogger yang menyenangkan, yang hanya mengabarkan aktivitas mereka yang menyenangkan, yang menuliskan drama kesedihan dan bloggers lainnya beramai2 membesarkan hatinya, yang tidak ada kata2 hujatan, tidak ada pembahasan politik, tidak ada bully membully sok tau ini dan itu… 

Aku benar2 tenggelam dalam euphoria politik di Indonesia. Dan efeknya, aku memang kehilangan banyak momen2 menyenangkan saat awal2 ber facebook ria. Ketika aku scroll down ke awal2 tahun aku menggunakan facebook dan perlahan2 meninggalkan blog, aku menemukan banyak sekali komentar lucu dan menyenangkan, terutama dari teman2 sekolahku :) Pada saat itu, tidak semua bloggers beralih serentak ke facebook. 
Perlahan, aku mulai tergila2, addicted, tak bisa lepas dari facebook. Aku berfikir, sangat simple dan praktis menulis status dan mengunggah foto di facebook. 
Semua fitur facebook sangat menyenangkan. Aku mulai lupa asiknya menulis di blog… mulai lupa fitur2 di blog juga sangat menyenangkan… mulai lupa saat aku tergila2 dengan Neoworx dan keinginanku pasang banner yang nggak murah itu diapprove suamiku… karena memang aku benar2 tergila2 menuliskan semuanya di blog. Dan menemukan banyak sekali teman baik di dunia blogger. 
Yaaaa nggak sebanyak blogger sejati & penulis keren siiihhhh… tapi kualitas pertemanan  dengan sebagian bloggers itu sungguh luar biasa… bertahan sampai sekarang… :) 

Kini, aku mulai jenuh dengan facebook. Facebook ku sendiri… yang statusnya penuh sampah politik :( Facebookku sendiri lho… wallku sendiri… 
Aku memang mem-follow beberapa public figure yang sejalur sama aku pilihan politiknya. 
Tadinya aku sangat suka dengan keberanian mereka menyuarakan apa yang sebetulnya ada di benakku. Tapi… lama kelamaan, status yang cerdas dan berbobot, lambat laun menjadi lapak gosip, sangat tidak bermutu, lebih mengarah pada hujatan dan membalas komentar2 yang tidak sejalur dengan komentar2 yang tidak bermutu pula. Sedih. 
Akupun lagi2 ikut tenggelam di dalamnya… sedih… menyedihkan… 
Tapi aku juga sedih dengan fakta kebijakan2 yang dibuat pemerintah belakangan ini, yang sama sekali tidak pro petani. Artinya tidak pro orang tuaku :( 
Dan aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menuliskan apa yang ada di fikiranku, di dinding facebook ku… meskipun, hal itu mungkin menyakiti teman2 yang berbeda pilihan denganku. Kami tidak lagi seperti dulu. Diantara kita sudah tidak lagi ada rasa persaudaraan. Mereka tentu diam, entah jengkel entah menjaga perasaanku… (tapi sepertinya lebih cenderung pada pilihan yg pertama deh hehe…) 
Aku juga nggak suka baca status2 atau komentar2 politik yang menyerang pilihanku atau membela mati2an pilihannya. Perasaan mereka pastilah sama. Idem. Tak berbeda denganku. 

Aku salah? Pastinya. 
Harusnya aku bikin profil bayangan saja kalo buat komen2 politik. Tapi nggak sabar juga mengendalikan 2 profil… capek! 

Untunglah, masih ada keluarga & beberapa teman baik yang selalu membesarkan hatiku disaat aku merasa sepi di tengah keramaian :) tetap asik mengomentari status2 ku yg garink… mengomentari foto2ku baik yg lawas maupun yg uptodate… Yang meski diam membaca komentar2 politikku yang sumpah sok tau banget, tapi tidak mendiamkan aku 100%. Orang2 seperti mereka lah yang sangat aku hargai kehadirannya… mungkin itulah yang dinamakan tulus berteman, menerima aku apa adanya… :) 
Alhamdulillah… sukurlah tidak semua saudara & temanku, se childish aku… hahaha… 

2015… 
Sudah banyak sekali angkanya ya… anak2 mulai beranjak remaja… uban di kepalaku sudah berhelai2… sudah seharusnya aku lebih bijaksana memaknai hidup ini. Yah… susah sih… karena nafsuku ikutan nimbrung di diskusi politik sangatlah besar :( 
Bagaimanapun juga, pilihan politik itu kan nggak bisa dipaksakan. Pastinya, pilihan itu sesuai hati nurani, jika tak ada kepentingan2 khusus. 

Ahhhh kok aku nulis jadi muter2 gini sih… 
Intinya, aku merindukan baca2 cerita keluarga yang berbeda2 warna :) 
Aku rindu "the good old days". 



Wednesday, December 10, 2014

Rindu…

Sangat merindumu malam ini….

Semua Tak Sama

Sunday, October 27, 2013

Wajahmu Mengalihkan Duniaku :-)

Ketika kau lewat di bumi tempat ku berdiri
Kedua mata ini tak berkedip menatapi
Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku
Tak henti membayangkanmu terganggu oleh cantikmu

Tujuh hari dalam seminggu hidup penuh warna 
Ku selalu mendekatimu memberi tanda cinta
Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan
Wajahmu mengalihkan duniaku

Hey hey heee.. 
Pesonamu dan wajahmu mengalihkanku

Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku
Tak henti membayangkanmu terganggu oleh cantikmu

Tujuh hari dalam seminggu hidup penuh warna 
Ku selalu mendekatimumemberi tanda cinta
Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan
Wajahmu mengalihkan duniaku

Hidupku penuh warna
Ku selalu mendekatimu memberi tanda cinta hooo ooo..
Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan
Wajahmu mengalihkan duniaku
duniaku…
duniaku… 

xxx

Saturday, October 05, 2013

...

I miss you so much tonight... I miss you so much... 
I don't know why... but I miss you until I cry so badly & hopelessly.... 

"Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.

Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut.

Justeru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh, perasaan itu tiba2 ber-metamorfosis menjadi egoisme dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja. 

Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik."
(Darwis Tere Liye) 

I love the sentences so much!!! 

x